Puasa ramadhan pada dasarnya
merupakan ibadah yang wajib dilakukan oleh setiap orang Islam. Sebagaimana
disebutkan dalam Q.S Al-Baqoroh 183
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ
تَتَّقُونَ.
Artinya: “Hai orang-orang yang
beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang
sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
Puasa
disyariatkan, dimulai sejak subuh hingga maghrib. Artinya, Seseorang tidak dikatakan
berpuasa bilamana ia tidak menahan dirinya dari makan dan minum mulai dari
terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari Sebagaimana
yang dijelaskan oleh Syekh Zainuddin Al-Malibari dalam Fathul Mu’in, Kitabus
Shiyam:
وَتَحْصُلُ حَقِيقَةُ الصَّوْمِ
بِاِمْسَاكِ عَنْ الْمُفَطِّرَاتِ مِنْ طُلُوعِ الْفَجْرِ إِلَى غُرُوبِ الشَّمْسِ
Artinya:
“Hakikat puasa adalah menahan diri dari segala yang
membatalkan puasa mulai dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari.”
Kewajiban puasa berlaku bagi setiap orang muslim baik laki-laki maupun perempuan. Namun, ada beberapa orang yang diharamkan untuk berpuasa di antaranya;
- Orang yang haid
- Orang yang nifas
Hal Tersebut Terkonfirmasi dalam
kitab Fathul Qorib bab haid
ما يحرم بالحيض والنفاس
(ويحرم بالحيض والنفاس) وفي
بعض النسخ «ويحرم على الحيض» (ثمانية أشياء)، أحدها: (الصلاة)، فرضا أو نفلا؛ وكذا
سجدة التلاوة والشكر. (و) الثاني (الصوم)، فرضا أو نفلا؛
Dan juga di dalam kitab:
شرح زاد المستقنع – عبد الكريم
الخضير
الحائض والنفاساء لا يصح الصيام منهما، بل يحرم عليهما أن يصوما وقت الحيض أو النفاس، وكذلك
تحرم عليهما الصلاة، والأصل في ذلك ما رواه البخاري
Kalau orang yg haid di bulan puasa (haidnya tidak selesai di siang hari) maka sejak awal dia tidak wajib bahkan haram berpuasa.
Seorang perempuan yang sedang mengalami haid, namun tiba-tiba suci di siang hari bulan Ramadhan, maka sunnah baginya untuk tidak makan dan minum. (Dan tetap dihukumi sebagai orang yg tidak berpuasa). Sebagaimana dalam kitab kasyifatussaja’ Syarah safinatun Najah:
ثم اعلم أن الحائض والنفساء
إذا زال عذرهما يستحب لهما الإمساك كغيرهما من المريض ونحوه كما قاله الزيادي.
Meskipun
demikian mereka tetap disunnahkan untuk makan secara sembunyi sembunyi agar
tidak menimbulkan fitnah.
قَوْلُهُ:
أَيْضًا وَسُنَّ لَهُمْ) وَكَذَا يُقَالُ فِي الْحَائِضِ، وَالنُّفَسَاءِ إذَا
زَالَ عُذْرُهُمَا فَيُسْتَحَبُّ لَهُمَا الْإِمْسَاكُ اهـ. ز ي وَيُسَنُّ لِمَنْ
زَالَ عُذْرُهُ إخْفَاءُ الْفِطْرِ عِنْدَ مَنْ يَجْهَلُ لِئَلَّا يَتَعَرَّضَ
لِلتُّهْمَةِ وَعُقُوبَةِ السُّلْطَانِ اهـ
حاشية الجمل على شرح المنهج الطلاب ج : ٢ ص : ٣٣٥
الثَّانِي:
أَنْ يَزُولَ بَعْدَمَا أَفْطَرَا، فَلَا يَجِبُ الْإِمْسَاكُ، لَكِنْ
يُسْتَحَبُّ. فَإِنْ أَكَلَا، أَخْفَيَاهُ لِئَلَّا يَتَعَرَّضَا لِلتُّهْمَةِ
وَعُقُوبَةِ السُّلْطَانِ،
روضة الطالبين وعمدة المفتين النووي (ت ٦٧٦
Sementara
bagi orang yang sejak awal berpuasa, kemudian ia membatalkan puasanya tanpa adanya hajat, maka setelah itu ia wajib untuk
tidak makan, dll. Meskipun puasanya sudah batal. Hal
tersebut karena sebagai bentuk penghormatan kepada bulan
romadhon. Sebagaimana yang dijelaskan
dalam kitab Fathul Mu’in:
فتح المعين بشرح
قرة العين بمهمات الدين، صفحة ٢٧٠]
ويجب إمساك عن مفطر فيه أي
رمضان فقط دون نحو نذر وقضاء إن أفطر بغير عذر من مرض أو سفر أو بغلط كمن أكل ظانا
بقاء الليل أو نسي تبييت النية أو أفطر يوم الشك وبان من رمضان لحرمة الوقت.
وليس الممسك في صوم شرعي لكنه يثاب عليه فيأثم بجماع ولا كفارة وندب إمساك لمريض شفي ومسافر قدم أثناء النهار مفطرا وحائض طهرت أثناءه.
Bagi perempuan yang melaksanakan puasa kemudian ia mengeluarkan darah ditengah jalan maka puasanya menjadi batal tapi apakah dia tetap disunnahkan untuk menahan dirinya dari makan dan minum atau bahkan wajib?
kami belum menemukan ibarot yang sorih terkait hal ini, akan tetapi kami memiliki rumusan sementara:
- Datangnya haid di siang hari itu kan termasuk uzur. Dan dengan itu maka dia harus membatalkan puasanya atau secara otomatis puasanya batal. Dan tidak berlaku hukum imsak bagi dia, artinya dia disamakan dengan orang yg sejak awal memang haid.
- kalau wajib itu sulit, karena yg wajib imsak itu bagi orang yg membatalkan puasanya tanpa adanya uzur.
- Kalau Sunnah juga sulit, karena hukum Sunnah itu berlaku ketika uzurnya hilang, sedangkan dalam kasus ini uzurnya malah baru datang.
Posting Komentar untuk "Puasa Batal Tetap Tidak Boleh Makan!"